selamat sore teman-teman,,, nihh baca postingan baru melengkapi tugas dari bapak Danang Sukmana Adi dosen Politektik Indonusa Surakarta
Kata Startup sendiri merupakan serapan dari Bahasa Inggris yang berarti tindakan atau proses memulai sebuah organisasi baru atau usaha bisnis. Startup diartikan sebagai perusahaan baru yang sedang dikembangkan. Mulai berkembang akhir tahun 90an hingga tahun 2000, nyatanya istilah Startup banyak “dikawinkan” dengan segala yang berbau teknologi, web, internet dan yang lainnya. Makin banyak orang yang mengenal internet sebagai ladang baru untuk memulai bisnisnya. Dan waktu itu pula lah, Startup lahir dan berkembang. Namun menurut Ronald Widha dari TemanMacet.com, Startup tidak hanya perusahaan baru yang bersentuhan dengan teknologi, dunia maya, aplikasi atau produk tetapi bisa juga mengenai jasa dan gerakan ekonomi rakyat akar rumput yang bisa mandiri tanpa bantuan korporasi-korporasi yang lebih besar dan mapan.
Perkembangan Dunia Startup di Indonesia
Perkembangan Startup di Indonesia bisa
dikatakan cukup pesat menggembirakan. Setiap tahun bahkan setiap bulan
banyak founder-founder (pemilik) Startup baru bermunculan. Menurut dailysocial.net,
sekarang ini terdapat setidaknya lebih dari 1500 Startup lokal yang ada
di Indonesia. Potensi pengguna internet Indonesia yang semakin naik
dari tahun ke tahun tentunya merupakan suatu lahan basah untuk
mendirikan sebuah Startup.
Berdasarkan beberapa riset, pada tahun
2013 saja diperkirakan pengguna internet di Indonesia mencapai 70 juta
orang, bisa dibayangkan berapa jumlah user internet Indonesia beberapa
tahun kedepan. Selain itu daya beli masyarakat yang meningkat seiring
dengan naiknya pendapatan perkapita masyarakat negeri ini ikut
mempengaruhi perkembangan industri digital.
Menurut Rama Mamuaya, CEO
dailysocial.net, Startup di Indonesia digolongkan dalam tiga kelompok
yaitu Startup pencipta game, Startup aplikasi edukasi serta Startup
perdagangan seperti e-commerce dan informasi. Menurutnya Startup game
dan aplikasi edukasi punya pasar yang potensial dan terbuka di
Indonesia. Hal ini dikarenakan proses pembuatan game dan aplikasi
edukasi relatif mudah.
Dengan berkembangnya media sosial dan
smartphone, pasar untuk mobile game dan social game semakin besar.
Sementara itu untuk aplikasi atau website yang bergerak di bidang
e-commerce dan informasi, Rama menilai tantangannya di Indonesia masih
cukup besar dikarenakan masih minimnya penggunaan kartu kredit. Namun
untuk yang berbau informasi atau berita berbagai tema, perkembangannya
justru jauh lebih pesat lagi.
Di Indonesia sekarang ini telah banyak
berdiri komunitas founder-founder Startup. Seperti Bandung Digital
Valley (bandungdigitalvalley.com), Jogja Digital Valley
(jogjadigitalvalley.com), Ikitas (www.ikitas.com) Inkubator Bisnis di
Semarang, Stasion (stasion.org) wadah bagi Startup lokal kota Malang,
dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan adanya komunitas ini tentunya
akan memudahkan para founder untuk saling sharing, membimbing bahkan
untuk menjaring investor. Para founder dapat pula mengikuti kompetisi
yang diadakan oleh beberapa perusahaan seperti Telkom untuk menjadi
investor mereka.
Hal yang paling utama untuk mendirikan
Startup adalah tim yang solid, karena dengan adanya tim yang solid bisa
memunculkan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif. Dengan ide dan
eksekusi yang tepat, tentunya para founder tidak akan kesulitan menarik
minat masyarakat maupun mencari investor.
Dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh wartawan Warta Ekonomi kepada Molly Nagler (Startup Mentor di Silicon Valley),
Molly mengatakan bahwa hampir semua Startup gagal, namun kegagalan itu
tidak harus dipandang sebagai sesuatu yang negatif karena masih banyak
sisi positif didalamnya. Maksudnya adalah jika founder Startup gagal
saat melakukan eksekusi maka ia berkesempatan untuk belajar sesuatu yang
baru dan ilmu baru, seperti konsep trial and error pada umumnya.
Startup-Startup lokal yang kini sudah mencetak sukses di dunia maya diantaranya Kaskus dan Urbanesia.
Startup: Menurut Paul Graham, startup
merupakan sebuah perusahaan yang didesain untuk berkembang dengan
cepat. Baru dirintis tidak serta merta membuat sebuah perusahaan menjadi
startup. Perlu diingat bila startup tidak harus bergerak di bidang teknologi, memperoleh dana dari investor, dan melakukan exit. Hal yang paling penting adalah berkembang dengan cepat. Semua hal yang berkaitan dengan startup akan mengikuti perkembangan perusahaan tersebut.
Teknis
API- Application Programming Interface: adalah interface dengan serangkaian fungsi atau rutinitas yang memungkinkan pengembangan untuk menyelesaikan tugas tertentu atau memungkinkan untuk berinteraksi dengan komponen software tertentu.UI (User Interface): atau desain antarmuka yang ditampilkan ke pengguna. Para pelaku di industri ini sering menaruh kedua akronim ini bersamaan ketika berbicara tentang fungsi dan estetika produk tertentu.
UX (User Experience): mengacu pada pengalaman pengguna.
Growth Hacking: merupakan istilah yang ditujukan bagi tim marketing, sales, atau asosiasi yang berhasil melakukan strategi khusus dengan melakukan “hacking” agar performa mereka meningkat drastis. Penambahan kata “hacking” ini dikarenakan mereka yang berprofesi di ranah nonteknis juga ingin disebut sebagai “hacker”.
Pivot: merupakan istilah bagi sebuah startup yang melakukan perubahan saat ia sadar bahwa apa yang sudah dilakukan tidak berjalan. Akan tetapi perubahan yang dilakukan masih sesuai dengan ide awal mereka.
